Ping !
Sebuah notif m email masuk. Dari Wisnu...
Segera ku buka.
' Rin, datang ya, sabtu malam. Kami mau meresmikan hubungan, cuma
acara pertunangan sederhana kok, di tempat Astrid. Atau kamu mau bareng
rombongan kami ? balas segera ya :-) '
Cuma ku pandangi saja, jemariku bahkan tak mampu menulis sehurufpun untuk membalasmu, Wis.
Setiap kali aku teringat tentangmu. Aku tak pernah mampu memendam rasaku.
Sudah berulang kali ku coba untuk pergi jauh darimu, tapi nyatanya aku
tetap tak bisa.
Entah perasaan apa yang selalu menarikku kesana, dekat
dengan duniamu kembali.
Menyakitkan memang, tapi aku menyadari, aku juga
bahagia meski hanya dengan melihatmu saja.
Coba jika aku berani
mengungkapkannya. Tapi masihkah berguna ?
Sejak awal aku tahu, cintamu
begitu besar untuknya. Kamu sangat beruntung, Wis. Dia pun mencintaimu
serupa(meski aku juga). Semua pintu hatimu seolah telah tertutup
olehnya, tak ada celah bagiku untuk menerobos kedalamnya. Selain
menjadi sahabat kalian berdua.
Ya...sahabat yang diam-diam memendam
cinta.
Aku tahu, ini memang tak pantas lagi, kamu tak pernah menjadi milikku
setelah kehadirannya. Melihatmu bahagia, seharusnya aku bahagia, tapi
aku juga terluka. Dalam sekali, Wis.
Entah untuk keberapa kalinya, aku
mesti menangis melihatmu bersamanya.
Aku benci, tapi cinta ini tak
sanggup mengalahkan benci.
Semestinya aku berhenti berharap pada sesuatu yang tak mungkin ku
miliki. Tapi entah kekuatan darimana, yang justru mengokohkan aku dengan
keadaan yang ku pilih ini.
Bertahan dan membiarkan diriku sendiri
terluka. Tetap menyimpan harapan itu mesti rasanya hanya akan hangus
dalam angan-angan.
Mencintai orang yang tak pernah mencintai kita, memang seperti memeluk kaktus, semakin erat semakin menyakitkan.
Aku memeluk sponge bob-ku. 'maaf ya, kamu ku ajak menangis lagi sore ini :'('
Minggu, 30 Juni 2013
Sabtu, 29 Juni 2013
Serpihan Kecil Hatiku
Malam lalu dalam sekumpulan resah
Ketika bulan teronggok malas di tepian jendela
Aku masih mencarimu
Di antara wewangian airmata
Pada bibir yang tak letih mengecupi do'a-do'a
Aku tak pernah peduli
Seberapa jauh jarak yang membentang
Dan menghalangi tangan kita untuk bertautan
Entah sejengkal..
Entah sehasta..
Atau beribu-ribu mil
seperti kenyataan yang ada
Yang aku tahu...
Kamu dekat dalam hatiku
Saat aku menyebut namamu
Di penghujung lafadz-lafadz dinihari
Kamu ada di pelukku
Melelapkan tidurku
Seolah aku ada dalam kepompong
yang hangat menentramkan
Kamu ada dimana saja
Bahkan dalam tiap kedipan mata.
Buka saja jari-jemarimu
Aku yakin disana
Serpihan kecil hatiku, bersembunyi dalam hangatnya.
:-)
Ketika bulan teronggok malas di tepian jendela
Aku masih mencarimu
Di antara wewangian airmata
Pada bibir yang tak letih mengecupi do'a-do'a
Aku tak pernah peduli
Seberapa jauh jarak yang membentang
Dan menghalangi tangan kita untuk bertautan
Entah sejengkal..
Entah sehasta..
Atau beribu-ribu mil
seperti kenyataan yang ada
Yang aku tahu...
Kamu dekat dalam hatiku
Saat aku menyebut namamu
Di penghujung lafadz-lafadz dinihari
Kamu ada di pelukku
Melelapkan tidurku
Seolah aku ada dalam kepompong
yang hangat menentramkan
Kamu ada dimana saja
Bahkan dalam tiap kedipan mata.
Buka saja jari-jemarimu
Aku yakin disana
Serpihan kecil hatiku, bersembunyi dalam hangatnya.
:-)
Tips Membuat Blog Anti Copy Paste
Halo Sobat Pawon
Terdorong oleh kekesalan, kekecewaan dan kemirisan
pada kejahatan plagiarism yang pernah dialami kontributor. Kali ini Pawon
Poetri akan memberikan sedikit tips untuk membuat anti copy paste di blog. Tips
ini sebenarnya sudah tak asing lagi di dunia blogger, tapi untuk blogger pemula
seperti kami sepertinya masih bermanfaat. Setidaknya sebagai langkah awal pencegahan
dari tangan-tangan jahil dan malas berfikir, meski yaa masih terdapat kelemahan
atau kekurangan.
Langkahnya sangat sederhana, dan bisa dilakukan oleh
siapapun. Syaratnya pun hanya satu, Sobat Pawon harus memiliki akun Blogger,,,
Akaka
Langsung saja.
Pertama-tama, Log in ke akun
blogger
Langkah kedua, Klik template dan
pilih menu edit HTML, selanjutnya akan terlihat tampilan seperti ini:
Ketiga, Tekan Ctrl+F lalu ketik
kode </head>
Keempat, Di bawah kode </head>,
masukkan script berikut:
<SCRIPT
type="text/javascript">
if (typeof document.onselectstart!="undefined") {
document.onselectstart=new Function ("return false");
}
else{
document.onmousedown=new Function ("return false");
document.onmouseup=new Function ("return true");
}
</SCRIPT>
if (typeof document.onselectstart!="undefined") {
document.onselectstart=new Function ("return false");
}
else{
document.onmousedown=new Function ("return false");
document.onmouseup=new Function ("return true");
}
</SCRIPT>
Terakhir, Simpan template dan
saksikan perubahannya halaman di blog sobat.
Mudah bukan? Semoga bermanfaat.
O ya, karena blog ini anti copy paste, sepertinya
sobat Pawon harus menulis ulang HTML script di atas. Atau Sobat bisa browsing
dengan kata kunci “membuat blog anti copy paste” dan sejenisnya. Karena tips
seperti ini biasana dibagikan secara gratis untuk mencegah plagiarism,
sepertinya sah-sah saja jika sobat mengopy script tersebut.
STOP PLAGIARISM
Arwah
Sewaktu
kecil, ibu selalu melarang untuk tidak keluar saat malam. Suasana yang
gelap menjadi alasan utamanya. Alasan lain adalah di luar banyak setan
atau makhluk halus yang selalu menggoda manusia. Sebagai seorang anak,
saat itu aku sama sekali tidak tahu apa hubungan antara malam, gelap dan
setan. Bahkan hingga saat ini saat usiaku menjelang tujuh belas tahun,
aku sama sekali tidak menemukan adanya keterkaitan antara konsep-konsep
abstrak tersebut. Satu hal yang membuatku patuh saat itu hanyalah kata
takut. Sebuah kata yang memang ditujukan untuk menakutiku dan sebagian
besar anak kecil lainnya agar tidak bermain di malam hari. Sayangnya,
kebanyakan anak kemudian tumbuh menjadi orang-orang yang takut pada
malam dan gelap.Jumat, 28 Juni 2013
Luluh
"Yakin dengan keputusan itu, Ir ? Sudah kau pikirkan masak-masak semua resikonya ?"
"Iya..." ku jawab dengan sedatarnya
"Kenapa mesti membawa anak-anak juga?"
"Kamu lupa ya...?" kali ini ku tatap matanya tajam.
"Aku dan anak-anak itu satu paket, Ris. Aku adalah mereka dan mereka adalah aku. Seberapa pun beratnya resiko, aku akan menanggunggnya. Itu tanggungjawabku "
"Iya, aku tahu...Tapi kenapa mesti secepat ini, mendadak memutuskan. Tidak adakah sedikit waktu lagi bagi kita untuk mencoba, berusaha"
"Sedikit lagi ? Kamu kira setahun itu waktu yang sebentar untuk ya ? Aku sudah mempersembahkan yang terbaik, dan nyatanya keluargamu tetap pada putusannya. Aku cukup tahu diri. aku mundur saja."
Kami diam...
Hanya terdengar celoteh anak-anak dari ruang tengah. mereka sedang seru-serunya main game. Setahun bersamamu sangat berarti Ris. Kamu memang sangat ideal untukku, bahkan untuk anak-anak. Tapi aku tak sanggup menghadapi kenyataan, perlakuan keluargamu padaku. Statusku memang menjadi persoalan, bukan darimu, tapi orang-orang terdekatmu.
"Iya..." ku jawab dengan sedatarnya
"Kenapa mesti membawa anak-anak juga?"
"Kamu lupa ya...?" kali ini ku tatap matanya tajam.
"Aku dan anak-anak itu satu paket, Ris. Aku adalah mereka dan mereka adalah aku. Seberapa pun beratnya resiko, aku akan menanggunggnya. Itu tanggungjawabku "
"Iya, aku tahu...Tapi kenapa mesti secepat ini, mendadak memutuskan. Tidak adakah sedikit waktu lagi bagi kita untuk mencoba, berusaha"
"Sedikit lagi ? Kamu kira setahun itu waktu yang sebentar untuk ya ? Aku sudah mempersembahkan yang terbaik, dan nyatanya keluargamu tetap pada putusannya. Aku cukup tahu diri. aku mundur saja."
Kami diam...
Hanya terdengar celoteh anak-anak dari ruang tengah. mereka sedang seru-serunya main game. Setahun bersamamu sangat berarti Ris. Kamu memang sangat ideal untukku, bahkan untuk anak-anak. Tapi aku tak sanggup menghadapi kenyataan, perlakuan keluargamu padaku. Statusku memang menjadi persoalan, bukan darimu, tapi orang-orang terdekatmu.
Sejak Kuakrabi Bayangmu
Malam tumpah dalam semangkuk resah
Ketika bayanganmu hadir di dalam hati
Berapa kali aku mesti menghela nafas
Agar perih ini dapat enyah
Aku hanya mampu menggelengkan kepala
Lalu sungai kecil mengalir dari sudut mata
Menolong jiwa mengurai pesakitan
Pada rindu yang tak tersampaikan
Aku menjadi sangat rapuh
Meski sejak ku akrabi bayangmu
Ada pelangi yang melintas di sudut hati
Dekat...meski aku merasa jauh
Aku mengamatimu tanpa menyentuhmu
Aku memujamu seluas hatiku
Akulah aku...
Wanita itu.
( Ho Man Tin, penghujung September dua tahun yang lalu )
Ketika bayanganmu hadir di dalam hati
Berapa kali aku mesti menghela nafas
Agar perih ini dapat enyah
Aku hanya mampu menggelengkan kepala
Lalu sungai kecil mengalir dari sudut mata
Menolong jiwa mengurai pesakitan
Pada rindu yang tak tersampaikan
Aku menjadi sangat rapuh
Meski sejak ku akrabi bayangmu
Ada pelangi yang melintas di sudut hati
Dekat...meski aku merasa jauh
Aku mengamatimu tanpa menyentuhmu
Aku memujamu seluas hatiku
Akulah aku...
Wanita itu.
( Ho Man Tin, penghujung September dua tahun yang lalu )
Senja Yang Membuat Hatiku Jatuh Mencintamu
Senja ini belum berlalu
Duduklah disini, sejenak di sampingku
Melihat camar berarak, riuh menuju peraduan
Membaca keheningan
Yang luruh diantara pandanganku dan terawangmu.
Sebentar lagi hari beranjak malam
Dian-dian akan menghiasi bilik-bilik mungil di kaki bukit
Lalu kita akan berpeluk dalam temaram cahaya.
Lihatlah padaku, lalu tuturkanlah sejenak tentang hidup
Bahasa yang teramat aku suka darimu
Tentang syair kemarahan yang bergolak
Tentang cinta manis merah jambu
Atau tentang sajak bunga tersiram embun.
Hari-hari beranjak tapi mataku tetap penuh rindu
Pada masa -masa yang berkelebatan saat kita ceritakan
Cinta yang menepi ataupun hasrat yang menyemi.
Engkau selalu memenuhiku dengan sekeranjang makna hidup
Tentang kenapa kita mesti tengadah melewati semua
Meski peluh berubah menjadi merah bata
Atau tapak hancur oleh duri dan luka-luka.
Mas...
Tahukah engkau ?
Aku mencintaimu hingga batas yang aku pun tak akan pernah tahu.
Duduklah disini, sejenak di sampingku
Melihat camar berarak, riuh menuju peraduan
Membaca keheningan
Yang luruh diantara pandanganku dan terawangmu.
Sebentar lagi hari beranjak malam
Dian-dian akan menghiasi bilik-bilik mungil di kaki bukit
Lalu kita akan berpeluk dalam temaram cahaya.
Lihatlah padaku, lalu tuturkanlah sejenak tentang hidup
Bahasa yang teramat aku suka darimu
Tentang syair kemarahan yang bergolak
Tentang cinta manis merah jambu
Atau tentang sajak bunga tersiram embun.
Hari-hari beranjak tapi mataku tetap penuh rindu
Pada masa -masa yang berkelebatan saat kita ceritakan
Cinta yang menepi ataupun hasrat yang menyemi.
Engkau selalu memenuhiku dengan sekeranjang makna hidup
Tentang kenapa kita mesti tengadah melewati semua
Meski peluh berubah menjadi merah bata
Atau tapak hancur oleh duri dan luka-luka.
Mas...
Tahukah engkau ?
Aku mencintaimu hingga batas yang aku pun tak akan pernah tahu.
Langganan:
Postingan (Atom)


